oleh

Jembatan Bailey Dibangun Brimob Sumbar, Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik Kawal Langsung di Lapangan

SUMBAR | Pascabencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Agam dua bulan terakhir, kehadiran Brimob Polda Sumatera Barat tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Di bawah kepemimpinan Komandan Satuan Brimob Polda Sumbar Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, S.I.K., M.H., pasukan Brimob justru memperkuat peran pada tahap pemulihan, khususnya dengan memprioritaskan pembangunan Jembatan Bailey sebagai akses vital masyarakat.

Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik menegaskan, rusaknya jembatan akibat galodo di Maninjau dan Palembayan menjadi hambatan utama aktivitas warga. Karena itu, Brimob Sumbar menjadikan pembangunan Jembatan Bailey sebagai langkah strategis agar jalur transportasi, distribusi logistik, serta mobilitas masyarakat bisa kembali normal dalam waktu cepat.

Saat ini, sekitar 230 personel Brimob Polda Sumbar masih bertahan di lokasi terdampak, termasuk tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) yang disiagakan penuh. Seluruh personel ditempatkan di posko-posko rawan bencana dengan dukungan sarana transportasi, perlengkapan lapangan, dan empat unit alat berat yang difokuskan untuk membuka akses dan mendukung pembangunan jembatan darurat.

Di bawah komando langsung Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, Brimob Sumbar telah lebih dulu membangun 10 jembatan penghubung antarwilayah terpencil. Namun untuk tahap lanjutan, dua Jembatan Bailey di Maninjau dan Palembayan ditetapkan sebagai prioritas utama karena kedua daerah tersebut mengalami kerusakan terparah dan kehilangan jembatan permanen akibat terjangan material banjir bandang.

“Jembatan Bailey menjadi solusi cepat agar masyarakat tidak terisolasi terlalu lama. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan, ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial warga,” tegas Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik dalam keterangannya di lapangan.

Selain pembangunan jembatan, Brimob Sumbar juga menjalankan misi kemanusiaan lainnya dengan membangun belasan sumur bor air bersih di wilayah terdampak. Program ini dijalankan seiring dengan pembangunan jembatan agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan, terutama di nagari-nagari yang sebelumnya kesulitan akses air bersih pascabencana.

Kehadiran Brimob Sumbar di lokasi tidak hanya terasa pada siang hari. Di malam hari, personel tetap memberikan pelayanan melalui penerangan darurat, pengamanan wilayah, hingga patroli rutin untuk memastikan warga merasa aman dan terlindungi dari potensi bencana susulan.

Komitmen tersebut juga mendapat dukungan langsung dari pimpinan Polda Sumatera Barat. Kapolda Sumbar turun langsung ke lapangan meninjau progres bantuan kemanusiaan, termasuk pemanfaatan sumur bor dan kesiapan infrastruktur pendukung, sebagai bentuk penguatan moral bagi personel Brimob yang bertugas di medan berat.

Bagi masyarakat Maninjau dan Palembayan, pembangunan Jembatan Bailey menjadi simbol kebangkitan pascabencana. Akses yang kembali terbuka memberi harapan baru bagi warga untuk melanjutkan kehidupan, memulihkan ekonomi keluarga, serta menghubungkan kembali nagari-nagari yang sempat terputus.

Melalui kepemimpinan Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, Brimob Polda Sumbar menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah bencana tidak bersifat sementara. Selama masyarakat masih membutuhkan, Brimob Sumbar akan tetap berdiri di garis depan, membangun, menjaga, dan memastikan akses kehidupan kembali berjalan normal.

 

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *