oleh

UNP Dorong Kuliner Nagari Maninjau Mendunia, Produk Lokal Dikuatkan Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

PADANG | Universitas Negeri Padang (UNP) terus mengambil peran dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi daerah. Melalui program pemberdayaan masyarakat, UNP mendorong kuliner khas Nagari Maninjau agar mampu berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki nilai tambah, daya saing, serta peluang pasar yang lebih luas.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan diskusi dan penyebarluasan hasil pengabdian masyarakat dengan mengangkat pengembangan produk kuliner lokal Nagari Maninjau berbasis konsep One Village One Product (OVOP). Program ini menjadi langkah strategis dalam mengangkat kekayaan daerah agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Nagari Maninjau memiliki beragam potensi kuliner khas yang selama ini menjadi bagian dari kekayaan daerah. Produk olahan seperti ikan nila, ikan patin, rinuak, pensi, dan berbagai makanan tradisional lainnya dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi ikon ekonomi masyarakat.

Namun, potensi tersebut membutuhkan penguatan agar mampu bersaing di pasar yang semakin luas. Mulai dari peningkatan kualitas produk, kemasan yang menarik, standar mutu, legalitas, hingga strategi pemasaran menjadi bagian penting dalam proses pengembangan.

Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Yuliana, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa pengembangan produk lokal harus dilakukan secara bersama dengan melibatkan berbagai unsur agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyinergikan berbagai pihak dalam merumuskan strategi pengembangan produk unggulan Nagari Maninjau agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui konsep OVOP, produk khas nagari tidak hanya dipandang sebagai makanan tradisional, tetapi diarahkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang memiliki ciri khas dan identitas daerah.

Diskusi yang dilakukan juga membahas berbagai peluang pengembangan UMKM kuliner, inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, serta pentingnya kerja sama antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang lebih kuat. Dengan dukungan berbagai pihak, produk kuliner Maninjau diyakini dapat tumbuh dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

UNP menegaskan komitmennya untuk terus hadir melalui inovasi dan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga bagian dari solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengembangan kuliner berbasis potensi lokal menjadi bukti bahwa kekayaan daerah dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola dengan kreativitas, inovasi, dan strategi yang tepat.

Dari potensi alam hingga kreativitas masyarakat, Nagari Maninjau memiliki peluang besar untuk melahirkan produk unggulan yang mampu dikenal lebih luas serta menjadi kebanggaan daerah.

Catatan Redaksi: Penguatan ekonomi berbasis potensi lokal menjadi langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing. Inovasi bersama menjadi kunci agar kekayaan daerah mampu berkembang menjadi peluang ekonomi berkelanjutan.

TIM RMO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *