Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sekaligus menjabat sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pasaman Barat, Adriwilza, S.E., M.Pd., M.Si., menegaskan kesiapan penuh organisasinya dalam menyukseskan penerapan Silat Tradisi sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri peluncuran program tersebut di SMAN 1 Pasaman, Sabtu (24/1/2026).
Anggota DPRD Pasaman Barat dari Partai Gerindra ini menilai kebijakan yang digagas oleh Wakil Gubernur Sumbar tersebut sebagai momentum emas.
“Kami IPSI Pasaman Barat tidak main-main. Ini adalah tanggung jawab moral dan budaya. Kami siap menerjunkan pelatih-pelatih terbaik dan bersertifikasi untuk mendampingi sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SMA, SMK, hingga SLB,” tegasnya.
Menurut Adriwilza, silat tradisi tidak boleh dipandang sebagai olahraga fisik semata. Lebih dalam dari itu, silat adalah sarana pembentukan karakter (character building) yang selaras dengan filosofi ‘Pendidikan Surau’ di Minangkabau.
“Anak-anak kita butuh pegangan. Di silat, mereka belajar hormat, disiplin, dan rendah hati. Fisiknya kita tempa, mentalnya kita bangun. Inilah yang ingin kita wariskan kepada siswa di Pasaman Barat,” tambahnya.
IPSI Pasaman Barat memastikan dukungan konkret berupa penyediaan tenaga pelatih profesional untuk mendampingi pihak sekolah. Langkah ini diambil untuk menjamin program ekstrakurikuler silat tradisi berjalan efektif dan sesuai standar pembinaan prestasi maupun karakter












Komentar