oleh

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Angkat Nilai Keteladanan Nabi dalam Tugas Polisi

PADANG, SUMBAR | Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah menjadi momentum reflektif yang sarat makna bagi jajaran Polda Sumatera Barat. Di tengah dinamika tugas kepolisian yang menuntut profesionalisme tinggi, peringatan hari besar keagamaan ini dimaknai sebagai ruang untuk memperkuat dimensi spiritual sekaligus moral dalam pengabdian kepada masyarakat.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., tampil menyampaikan pesan kebatinan yang menekankan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa historis, melainkan pengingat tentang pentingnya keimanan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam setiap peran yang diemban aparat kepolisian.

Menurut Kombes Reza, perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW mengajarkan nilai ketaatan dan disiplin yang sangat relevan dengan tugas-tugas kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas yang bersentuhan langsung dengan keselamatan jiwa masyarakat. Nilai tersebut harus tercermin dalam sikap, keputusan, serta pelayanan di lapangan.

Dalam konteks tugas lalu lintas, ia menekankan bahwa setiap kebijakan dan tindakan petugas harus dilandasi niat yang tulus dan rasa tanggung jawab. Keselamatan pengguna jalan, kata dia, tidak hanya soal aturan, tetapi juga soal empati, kesabaran, dan keteladanan.

Kombes Reza juga mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap Polri dibangun dari konsistensi perilaku aparat. Momen Isra Mi’raj menjadi pengingat agar setiap personel menjaga integritas, menjauhi penyimpangan, serta menempatkan nilai moral sebagai fondasi utama dalam bertugas.

Lebih jauh, ia menilai pendekatan humanis dalam penegakan hukum lalu lintas merupakan wujud nyata dari nilai-nilai keislaman yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Tegas namun beradab, disiplin namun tetap mengedepankan rasa kemanusiaan.

Dalam suasana religius tersebut, jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar diajak untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat komitmen, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.

Kehadiran nilai spiritual diharapkan mampu menjadi penyeimbang di tengah tuntutan tugas yang berat dan kompleks. Kombes Reza menegaskan bahwa polisi yang kuat secara moral akan lebih kokoh dalam menghadapi godaan, tekanan, maupun tantangan di lapangan.

Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dan keteladanan pimpinan dalam membangun budaya kerja yang bersih dan profesional. Momentum keagamaan ini menjadi sarana mempererat solidaritas internal sekaligus memperkuat orientasi pelayanan publik.

Peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah pun menjadi refleksi bersama bahwa tugas kepolisian bukan semata kewenangan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan keikhlasan, tanggung jawab, dan nilai-nilai luhur kemanusiaan.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *