PASAMAN BARAT | Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M di lingkungan Polres Pasaman Barat tidak sekadar menjadi agenda seremonial keagamaan. Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., kegiatan tersebut dimaknai sebagai ruang pembinaan mental dan rohani bagi seluruh personel dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks.
Bertempat di Musala Sabulussalam Mako Polres Pasaman Barat, Jumat pagi (16/1/2026), AKBP Agung Tribawanto memimpin langsung kegiatan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) yang diikuti oleh para pejabat utama, perwira, personel Polri, serta ASN di lingkungan Polres Pasaman Barat. Kehadiran Kapolres secara langsung memberi pesan kuat bahwa nilai spiritual menjadi bagian penting dalam kepemimpinan dan budaya kerja institusi kepolisian.
Dalam sambutannya, AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan hanya mengenang peristiwa besar dalam sejarah Islam, tetapi juga menjadi momentum refleksi diri bagi setiap anggota Polri. Menurutnya, tugas kepolisian yang sarat tantangan membutuhkan fondasi iman dan ketakwaan agar setiap langkah pengabdian tetap berada pada koridor moral dan kemanusiaan.
“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, saya berharap seluruh personel dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, seiring dengan pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar AKBP Agung Tribawanto dengan penuh penekanan.
Kapolres Pasaman Barat itu juga mengingatkan bahwa spiritualitas yang kuat akan melahirkan sikap humanis, empati sosial, dan profesionalisme dalam bertugas. Ia menilai, Polri tidak hanya dituntut cakap secara teknis, tetapi juga matang secara mental dan rohani agar mampu menghadirkan rasa aman dan keadilan di tengah masyarakat.
Menurut AKBP Agung Tribawanto, peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan nilai kedisiplinan, khususnya melalui perintah salat lima waktu yang diterima Nabi Muhammad SAW secara langsung dari Allah SWT. Nilai disiplin tersebut, kata dia, sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan kedinasan sebagai aparat penegak hukum.
“Sebagai anggota Polri, kita harus memiliki kepedulian sosial yang tinggi, bersikap religius, humanis, dan profesional. Semua itu berawal dari hati yang bersih dan iman yang kuat,” tegasnya di hadapan seluruh peserta Binrohtal.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah oleh Ustaz Suharjo Lubis yang mengulas makna mendalam peristiwa Isra dan Mi’raj. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha merupakan mukjizat luar biasa sekaligus penguat spiritual umat Islam.
Ustaz Suharjo Lubis menekankan bahwa makna Isra Mi’raj harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dengan menjaga salat lima waktu, menjauhi perbuatan maksiat, serta meningkatkan kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap amanah yang diemban. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan tugas kepolisian yang menuntut integritas tinggi.
Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan dalam Binrohtal tersebut mendapat perhatian serius dari AKBP Agung Tribawanto. Ia menilai, pembinaan rohani seperti ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara tugas kedinasan dan kehidupan spiritual personel Polres Pasaman Barat.
Di akhir kegiatan, suasana khidmat terasa menyelimuti Musala Sabulussalam. Kebersamaan antara pimpinan dan anggota dalam nuansa religius mencerminkan komitmen Kapolres Pasaman Barat dalam membangun institusi kepolisian yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.
Melalui peringatan Isra Mi’raj 1447 H ini, AKBP Agung Tribawanto berharap seluruh personel Polres Pasaman Barat mampu menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas, demi terwujudnya Polri yang dipercaya, dicintai, dan selalu hadir untuk masyarakat.
Catatan Redaksi
Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.
TIM RMO












Komentar