oleh

Kombes Pol H Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq Optimalkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Cegah Kemacetan Mudik

SUMBAR | Momentum mudik Lebaran selalu menghadirkan dinamika lalu lintas yang luar biasa di berbagai daerah, termasuk di Sumatera Barat yang memiliki jalur penghubung antar kota dengan karakteristik jalan yang menantang. Menyadari pentingnya kelancaran arus kendaraan serta keselamatan masyarakat, Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombes Pol H Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H mengambil langkah strategis dengan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way system di jalur utama Padang menuju Bukittinggi.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi besar pengamanan arus mudik yang dirancang oleh Dirlantas Polda Sumbar dalam rangka Operasi Ketupat 2026. Jalur Padang–Bukittinggi melalui Padang Panjang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur paling padat ketika memasuki musim libur panjang maupun masa mudik Lebaran.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol H Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq menjelaskan bahwa penerapan sistem satu arah merupakan langkah yang telah melalui perencanaan matang serta kajian teknis dari berbagai pihak. Tujuannya tidak hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga untuk memberikan kenyamanan serta keamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.

Menurut Kombes Pol H Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, rekayasa lalu lintas tersebut akan diberlakukan pada tanggal 19 hingga 20 Maret 2026 serta kembali diterapkan pada tanggal 22 hingga 24 Maret 2026. Penerapan ini difokuskan pada jalur strategis yang menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari berbagai daerah.

Pada tahap pertama, kendaraan dari arah Kota Padang menuju Bukittinggi akan diarahkan melalui jalur Padang Panjang yang dimulai dari Exit Tol Sicincin menuju Simpang Padang Panjang hingga ke wilayah Bukittinggi. Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.

Sementara itu, pada tahap berikutnya, arus kendaraan akan diatur dari arah Bukittinggi menuju Padang melalui jalur Padang Panjang hingga Exit Tol Sicincin yang diberlakukan pada pukul 14.00 hingga 18.00 WIB. Skema ini diharapkan mampu mengatur keseimbangan arus kendaraan dari dua arah secara bergantian.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol H Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa keberhasilan pengaturan lalu lintas tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan, tetapi juga pada kesadaran masyarakat sebagai pengguna jalan. Ia mengimbau agar seluruh pengendara mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas selama perjalanan.

Untuk mendukung pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut, Polda Sumbar telah menyiapkan personel di sejumlah titik strategis sepanjang jalur Padang–Bukittinggi. Petugas akan melakukan pengaturan lalu lintas, memberikan informasi kepada pengendara, serta memastikan tidak terjadi pelanggaran yang dapat mengganggu kelancaran arus kendaraan.

Selain personel kepolisian, pengamanan juga melibatkan unsur Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta instansi terkait lainnya yang tergabung dalam Operasi Ketupat 2026. Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama masa mudik Lebaran.

Kombes Pol H Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq juga menekankan bahwa jalur Padang menuju Bukittinggi merupakan jalur vital yang tidak hanya digunakan oleh pemudik, tetapi juga oleh wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Sumatera Barat. Oleh karena itu, pengaturan lalu lintas harus dilakukan secara optimal agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Lebih dari sekadar rekayasa lalu lintas, langkah yang dilakukan oleh Dirlantas Polda Sumbar ini mencerminkan komitmen kuat kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Keberadaan petugas di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memastikan perjalanan masyarakat berlangsung tertib dan nyaman.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol H Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq berharap seluruh masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dengan lebih aman, lancar, dan menyenangkan. Ia juga mengingatkan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh setiap pengguna jalan.

Catatan Redaksi:

Rekayasa lalu lintas one way system yang diterapkan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat merupakan langkah strategis yang bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran. Melalui kebijakan ini, kepolisian mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam berlalu lintas, mematuhi arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan mudik yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Sumatera Barat.

TIM RMO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *