oleh

Akses Darat Terputus, Kapolres Salurkan Bansos Lewat Danau Singkarak ke Dua Nagari

Solok Kota | Aksi kemanusiaan kembali menjadi fokus utama Kapolres Solok Kota AKBP Mas’ud Ahmad saat wilayahnya diterjang banjir besar yang membuat sejumlah nagari terisolir dari jalur darat. Kondisi ini memaksa jajaran Polres mengambil langkah tak biasa: menempuh jalur Danau Singkarak untuk memastikan bantuan sosial tetap sampai kepada warga yang membutuhkan.

Akses yang terputus total membuat proses penyaluran bantuan tidak dapat dilakukan melalui jalur biasa. Hal inilah yang menjadi pertimbangan Kapolres bersama jajarannya untuk mencari cara tercepat dan paling efektif agar kebutuhan warga tetap terpenuhi meski medan yang dilalui cukup ekstrem.

Keputusan itu kemudian mengantarkan rombongan Polres Solok Kota menuju dermaga, membawa berbagai jenis bantuan yang sudah disiapkan dalam jumlah besar. Semua logistik diangkut ke atas perahu, mulai dari karung beras, telur, mie instan hingga air mineral yang nantinya akan disalurkan langsung ke titik penampungan di dua nagari terdampak.

Nagari Muaro Pingai menjadi tujuan pertama. Wilayah ini termasuk salah satu yang terdampak berat akibat banjir yang merendam akses jalan serta merusak sebagian fasilitas warga. Sebanyak 30 karung beras, 6 ikat telur, 36 dus mie cup, 30 dus mie instan, dan 60 dus air mineral dibawa untuk membantu meringankan beban masyarakat.

Tak berbeda dengan Muaro Pingai, Nagari Paninggahan juga menerima jenis dan jumlah bantuan yang sama. Warga di nagari tersebut masih berupaya memulihkan kondisi setelah banjir melumpuhkan berbagai aktivitas, termasuk akses distribusi bahan pokok.

Perjalanan melintasi Danau Singkarak tidak sepenuhnya mulus. Angin dan gelombang yang sesekali meninggi menambah tantangan bagi rombongan yang membawa logistik dalam jumlah banyak. Namun Kapolres memastikan seluruh personel tetap waspada dan memprioritaskan keselamatan selama perjalanan.

Setibanya di tujuan, antusiasme warga terlihat jelas saat menyambut jajaran Polres Solok Kota. Banyak di antara mereka yang tak menyangka bantuan akan sampai melalui jalur air di tengah kondisi akses darat yang benar-benar lumpuh.

Kapolres AKBP Mas’ud Ahmad menjelaskan bahwa pemilihan jalur danau adalah satu-satunya opsi tercepat untuk memastikan warga tidak terlambat mendapatkan kebutuhan pokok.
“Akses darat masih terganggu total. Kami tidak ingin warga menunggu terlalu lama karena kebutuhan sehari-hari tidak bisa ditunda. Dengan jalur danau ini, alhamdulillah bantuan langsung sampai dan dapat segera dibagikan,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan siap menyalurkan bantuan tambahan apabila kondisi masih membutuhkan. Koordinasi dengan pemerintah nagari dilakukan secara berkala untuk mempercepat penanganan dampak banjir.

Warga dari dua nagari itu menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Solok Kota. Bantuan yang datang melalui jalur danau dinilai sebagai bukti keseriusan aparat dalam membantu masyarakat meski harus melewati medan yang tidak biasa.

Selain menyerahkan bantuan, jajaran Polres juga menyempatkan diri untuk memastikan kondisi kesehatan warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Komunikasi intens dilakukan dengan perangkat nagari untuk mengidentifikasi kebutuhan lanjutan.

Proses penyaluran berjalan aman dan lancar hingga seluruh logistik selesai diturunkan dan diserahkan kepada aparat nagari. Selanjutnya bantuan didistribusikan kepada warga terdampak sesuai data yang telah disiapkan sebelumnya.

Kegiatan kemanusiaan ini menjadi salah satu bentuk kehadiran nyata Polres Solok Kota dalam situasi krisis. Meski tantangan medan cukup berat, semangat membantu masyarakat tetap menjadi prioritas yang tak tergantikan.

Catatan Redaksi:
Naskah ini disusun berdasarkan informasi lapangan dan dokumentasi resmi Polres Solok Kota untuk memastikan akurasi data serta kesesuaian fakta di wilayah terdampak.

TIM RMO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *