oleh

Afriadi Resmi Pimpin Hanura Padang, Tegaskan Siap Diterpa Kritik dan Targetkan Lonjakan Kekuatan Politik

PADANG | Musyawarah Cabang (Muscab) IV Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Padang resmi digelar di Hotel Truntum Padang, Rabu (6/5/2026). Dalam forum strategis tersebut, Afriadi terpilih sebagai Ketua DPC Hanura Kota Padang periode 2025–2030, menandai babak baru arah politik partai di ibu kota Sumatera Barat.

Forum Muscab ini bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, tetapi menjadi momentum konsolidasi besar yang dihadiri jajaran pengurus DPD, 10 Pimpinan Anak Cabang (PAC), kader tingkat provinsi, hingga awak media. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti jalannya sidang, namun tetap sarat dinamika dan harapan besar terhadap kepemimpinan baru.

Dalam pidato perdananya, Afriadi tampil lugas dan terbuka. Ia tidak hanya menyampaikan rasa syukur, tetapi juga langsung menegaskan bahwa jabatan yang diembannya adalah amanah berat yang menuntut kerja nyata, bukan sekadar simbol organisasi.

“Ini adalah amanah yang sangat berat. Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada Ketua PLT DPC Kota Padang, OC dan SC yang telah bekerja siang dan malam demi suksesnya Muscab ini,” ujarnya di hadapan peserta.

Afriadi secara tegas menolak pola kepemimpinan satu arah. Ia membuka ruang selebar-lebarnya bagi kritik, bahkan menjadikannya sebagai bahan bakar untuk memperkuat langkah partai ke depan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan, kritik, dan masukan dari bapak dan ibu semua. Bahkan kami siap dikritik demi kemajuan partai,” tegasnya, menandakan komitmen pada transparansi dan keterbukaan.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya menjaga soliditas internal sebagai fondasi utama kebesaran partai. Menurutnya, konflik internal hanya akan melemahkan gerak politik dan merusak kepercayaan publik.

“Setiap permasalahan harus diselesaikan dengan baik, tanpa ada konflik di belakang atau saling menjatuhkan. Kita harus menjaga kebersamaan,” tambahnya dengan nada serius.

Sebagai langkah konkret, Afriadi langsung memetakan agenda awal kepemimpinannya dengan rencana pembentukan sekretariat permanen. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat aktivitas, konsolidasi, serta penguatan strategi politik Hanura di Kota Padang.

“Sekretariat akan menjadi wadah berkumpul dan berdiskusi untuk membesarkan partai ke depan,” ungkapnya.

Dengan optimisme tinggi, Afriadi menargetkan Hanura tidak lagi sekadar pelengkap dalam peta politik daerah, melainkan tampil sebagai kekuatan signifikan yang diperhitungkan. Ia bahkan menyebut Kota Padang sebagai titik sentral pengembangan partai di Sumatera Barat.

Langkah awal yang disampaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa kepemimpinan Afriadi tidak akan berjalan biasa-biasa saja. Ia datang dengan visi, keberanian membuka kritik, dan tekad membangun kekuatan politik yang lebih solid, terstruktur, dan berpengaruh di masa mendatang.

TIM RMO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *