oleh

Lawan Stunting, Pemkab Aceh Tamiang Dukung Gerakan Aksi Bergizi Nasional

Aceh Tamiang | IP.net — Melawan stunting, pemerintah menggelar Gerakan Aksi Bergizi secara Nasional yang dijadwalkan pada hari ini Rabu, (26/10/22.

Di Aceh Tamiang sendiri, Gerakan Nasional Aksi Bergizi dilakukan di tiga titik lokasi yakni MAN 2 Kejuruan Muda, Pesantren Al-Fuad Seruway dan SMP Negeri 1 Karang Baru.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Tengku Insyafuddin, ST yang hadir pada kegiatan GNAB di Pesantren Tahfidz Qur’an Al-Fuad, Kecamatan Seruway menyampaikan Pemerintah telah menetapkan target capaian angka stunting di Indonesia pada 2024 ditekan hingga 14 % dari 24 % pada 2021.

Wabup Insyafuddin menyebutkan salah satu faktor penyebab angka stunting adalah anemia. Berdasarkan riset kesehatan Dasar Tahun 2018 menyebutkan sekitar 3 dari 10 anak masih mengalami anemia.

“Kami kira, perlu langkah antisipatif stunting dengan meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), melalui gerakan remaja putri minum tablet tambah darah (TTD)”, ujar Wabup Insyafuddin.

Menurutnya, penanganan stunting bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Namun, jika dikelola dengan manajemen yang baik, maka penanganannya bukanlah hal sulit bagi kita untuk dilakukan.

“Kami mengajak terutama kepada para sektor potensial dari Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk bersama mendukung Kegiatan Gerakan Nasional Aksi Bergizi ini”, imbuhnya.

Saat ini, banyak rumor yang beredar tentang tablet penambah darah. Hal ini didapatkan Insyafuddin saat mengunjungi MAN 2 Kejuruan Muda. Jelasnya, ada sekumpulan murid yang enggan mengkonsumsi TTD dikarenakan info yang beredar bahwa TTD dapat menyebabkan kemandulan.

“Alangkah lebih baiknya, jika kita tidak mengetahui akan suatu hal, bertanyalah pada ahlinya. Pemberian TTD kepada remaja putri ini sangat perlu, karena kondisi gizi ibu harus dalam keadaan baik. Sehingga, hal ini mesti dibangun sejak usia remaja”, terangnya.

Hal ini tidak terlepas dari kondisi asupan gizi yang baik saat remaja akan terbawa sampai dengan nanti menjadi dewasa hingga memasuki masa kehamilan.

Insyafuddin pun meminta dukungan penuh dari semua pihak, terutama para orang tua remaja putri, sehingga dalam pelaksanaanya dapat berjalan secara efektif dan lancar. Ini juga menjadi langkah strategis dalam menekan kasus stunting, dimana diharapkan kasus stunting yang ada di Bumi Muda Sedia ini dapat teratasi dengan baik.

Sekretaris Dinas Kesehatan, Irianto mengatakan remaja putri sangat rentan terkena anemia, salah satunya pengaruh menstruasi yang membut kehilangan banyak darah setiap bulannya. Untuk itu sangat perlu sekali mengkonsumsi TTD seminggu sekali secara rutin.

Camat Seruway, M. Hans Marta Kesuma turut mengajak seluruh santri menjadi generasi yang emas yang tumbuh sehat dan bergizi.

“Pendek (ukuran tubuh) belum tentu stunting ketika otak mampu berkembang secara maksimal”, ujarnya.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita karena kurangnya asupan gizi, infeksi berulang, hingga kurangnya stimulasi gizi.

Gerakan Nasional Aksi Bergizi terdiri dari paket kegiatan mingguan berupa aktivitas fisik olahraga bersama, makan bersama, edukasi gizi, serta konsumsi tablet tambah darah bersama untuk remaja putri usia SMP dan SMA yang menjadi target gerakan nasional aksi bergizi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *