oleh

Meurah Budiman Rakor Bahas Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2023

Aceh Tamiang | IP.net — Pj. Bupati Aceh Tamiang, Drs. Meurah Budiman, SH, MH, mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Di Daerah Tahun 2023 bersama Menteri Dalam Negeri secara virtual dari Banda Aceh. Secara terpisah, Sekretaris Daerah, Drs. Asra dan para Kepala SKPK terkait mengikuti rapat dari Ruang Kerja Sekretaris Daerah, Selasa (24/1/23).

Saat membuka Rakor, Mendagri M. Tito Karnavian menegaskan bahwa sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo pada Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda pada tanggal 17 Januari 2023 lalu, kunci penanganan inflasi indonesia mesti serempak.

“Kebersamaan semua pihak diperlukan untuk mengatasi inflasi, jika mau dipahami penyebab inflasi, kita mampu mengatasinya dengan semaksimal mungkin”, ujar Mendagri Tito.

Secara rinci, Presiden Jokowi memberikan pengarahan untuk beberapa hal seperti pengendalian inflasi dengan cara Kepala Daerah dan Instansi terkait memantau langsung harga di lapangan dan mengatur tarif PDAM serta angkutan umum. Beliu juga meminta untuk Kepala Daerah menurunkan kemiskinan ekstrem hingga tercapai target 0 persen dan dorong penurunan stunting dibawah 14 persen.

“Segera selesaikan dua masalah besar investasi yakni Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)”, sampainya.

Tito menyampaikan agar Pimpinan Daerah mampu memaksimalkan pengelolaan keuangan daerah dan memastikan APbD dibelanjakan untuk produk-produk dalam negeri.

“Susun rencana induk (masterplan) penataan kota dan juga tunjukkan keunggulan dari setiap daerah”, timpalnya.

Di tengah pandemi dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara, imbuh Presiden, Indonesia juga mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang baik.

Pada kuartal III-2022 ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,72 persen dan di kuartal IV-2022 diperkirakan tumbuh 5,2 hingga 5,3 persen.

“Ini sebuah prestasi yang sangat baik sekali, karena di kuartal III kita bisa tumbuh 5,72. Bandingkan dengan negara-negara lain,” ujarnya.

Meskipun mampu melalui tahun turbulensi ekonomi di 2022 dengan baik, kata Presiden, Indonesia harus tetap hati-hati dan waspada karena tahun 2023 masih menjadi tahun ujian bagi ekonomi global.

“Semuanya harus hati-hati, harus bekerja keras semuanya mendeteksi informasi-informasi dan data-data yang ada di lapangan sehingga jangan sampai kita keliru membuat kebijakan. Sekecil apapun kebijakan itu harus berbasis pada data dan fakta-fakta di lapangan,” tegasnya.

Presiden mengingatkan jajaran terkait untuk bekerja sama. Presiden meyakini Pemerintah akan mampu mengendalikan inflasi hingga di bawah angka 3%, jika seluruh kepala daerah dapat bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) maupun Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *