oleh

Sekda Asra Hadiri Pembukaan Pelatihan Budidaya lebah Madu Kelulut

Aceh Tamiang | IP.net — Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Drs. Asra menghadiri pembukaan pelatihan Budidaya lebah Madu Kelulut (Trigona Spp) yang digelar Balai Pelatihan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pematang Siantar di Aula SKB setempat, Rabu, (22/2/2023).

Dalam sambutannya, Sekda Asra mengucapkan rasa syukur atas diselenggarakannya program pelatihan yang dianggap mampu membantu menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Program ini merupakan bukti perhatian Bapak Abdullah Puteh dan Kementerian LHK dalam upaya peningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus melestarikan lingkungan hutan yang ada di Aceh Tamiang. Bukan hanya sekedar membawa angin segar, namun membawa perubahan bagi kesejahteraan masyarakat”, tuturnya.

Lebih lanjut disampaikannya, saat ini dalam skala kecil sudah mulai banyak rumah tangga yang membudidayakan lebah madu kelulut di Aceh Tamiang, bahkan sudah terbentuk komunitas. Sehingga diyakininya, pelatihan semacam ini memang sangat diperlukan agar masyarakat dapat semakin mengetahui teknik budidaya dan beragam manfaat dan keuntungannya dari budidaya madu tersebut.

Terlebih lagi, pertimbangan prospek pasar yang sangat bagus dengan harga jual lebih tinggi dibandingkan harga jual madu hutan biasa. Selain itu, proses budidaya juga memiliki kemudahan karena tidak memerlukan peralatan khusus dan menghasilkan produktivitas propolis lebih tinggi, tahan terhadap hama penyakit, serta dapat di panen sepanjang waktu atau setidaknya 2 bulan sekali.

“Budidaya lebah madu ini bisa menjadi mata pencaharian tetap masyarakat. Maka dari itu, program pelatihan yang dilaksanakan hari ini bukan hanya program cat langit “mustahil” namun ini benar program bermanfaat untuk meningkatkan penghasilan”, ujar Asra.

“Semoga program yang diikuti 30 orang ini selanjutnya bisa menyentuh masyarakat yang tergolong miskin ekstrem. Sehingga yang sebelumnya menjadi penerima zakat fitrah, di dua tahun ke depan bisa menjadi pemberi zakat fitrah”, pungkasnya

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua I, Komite II DPD RI, Dr. Ir. H. Abdullah Puteh menjelaskan dalam mengentaskan kemiskinan di Provinsi Aceh harus bergerak ekstra. Banyaknya manfaat madu bagi kesehatan, kecantikan dan lain-lain menyebabkan permintaan pasar terhadap madu alam dan madu budidaya cukup tinggi. Dalam situasi seperti ini, budidaya lebah madu Trigona menjadi salah satu pilihan.

“Salah satunya melalui pelatihan yang mampu meningkatkan secara optimal keahlian masyarakat dalam pemahaman dan pengelolaan budidaya Lebah Madu Kelulut (Trigona Spp) sehingga meningkatkan taraf perekonomian masyarakat sekaligus melestarikan lingkungan hutan yang berada di Aceh”, terangnya.

“Sekilas terlihat usaha madu kelulut mudah untuk dijalankan, namun pada kenyataannya pengembangan usaha cukup sulit. Hal ini dikarenakan pemahaman pengelolaan ternak lebah madu harus lebih mendalam untuk pengambilan-keputusan yang tepat dalam biaya-biaya untuk menjalankan usaha lebah madu”, terangnya menambahkan.

Ia berharap, melalui pelatihan budidaya madu kelulut dapat meningkatkan penghasilan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Sebelumnya, Kasie Sarana dan Evaluasi Pelatihan BPLHK Pematang siantar, Juto K. Malau menyampaikan, kegiatan budidaya lebah madu juga sebagai bentuk peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.

Pelaksanaan pelatihan budidaya lebah madu kelulut menjadi salah satu pilihan program untuk pengembangan perekonomian masyarakat yang diinisiasi Wakil Ketua I, Komite II DPD RI, Dr. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 22-23 Februari 2023 dengan materi materi cara mendapatkan koloni dengan sistem toping, cara memanen dan pemeliharaan koloni.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *