oleh

Personel Polsek Rangsang Patroli Daerah Rawan Karhutla

Meranti | IP.net — Personel Polsek Rangsang Polres Kepulauan Meranti Polda Riau, Kamis (16/3/2023), melakukan patroli terhadap daerah rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Patroli tersebut di mulai dari perbatasan Desa Gayung Kiri Kecamatan Rangsang dengan Desa Tanjung Kedabu Kecamatan Rangsang Pesisir.

Dengan rute Kecamatan Rangsang, yakni Desa Gayung Kiri, Tanjung Medang, Tanjung Gemuk, Tanjung Bakau, Desa Citra Damai, Wonosari, Teluk Samak, Gemalasari, Penyagun, Repan, dan Desa Tebun.

Di Kecamatan Rangsang Pesisir, rutenye mulai dari Desa Tanjung Kedabu, Telesung, Bungur, Tenggayun Raya, Sonde, Tanah Merah, dan Desa Kedaburapat.

Patroli dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Kedabu Rapat – Tanah Merah Aiptu Andri K, Bhabinkamtibmas Desa Tebun – Repan Aipda Taufiq Dirgahayu, Bhabinkamtibmas Desa Gemalasari – Penyagun Aipda Haryandi, Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Kedabu Aipda Daniel User, Bhabinkamtibmas Desa Sonde – Tenggayun Raya Aipda Joni Hendra, Bhabinkamtibmas Desa Teluk Samak – Wonosari Bripka SP Silaen, Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Medang Bripka Jhon Metri P, Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Gemuk – Tanjung Bakau Bripka Juni Haryanto, Bhabinkamtibmas Desa Gayung Kiri Briptu Anggi Irawan, dan masyarakat peduli api (MPA), serta Linmas masing-masing desa yang rawan karhutla.

“Patroli ini kita laksanakan secara bersinggungan dari satu desa ke desa lainnya di di wilayah hukum Polsek Rangsang yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan,” ungkap Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Andi Yul LTG SH SIK MH, melalui Kapolsek Rangsang Iptu AGD Simamora SH MH, Jumat (17/3/2023) pagi.

Selain patroli, sebut Kapolsek, para personel juga melakukan pencegahan karhutla seperti penyebaran maklumat Kapolda Riau, himbauan, serta pengengecekan sekat kanal dan umbung.

“Menghadapi musim panas ini, kita harus siap siaga mengantisipasi terjadinya karhutla. Tentunya dengan bersinergi dan kerjasama dari unsur terkait seperti TNI, Pemda, MPA, maupun masyarakat. Sehingga, apabila terjadi karhutla dapat segera diatasi bersama,” tutur AGD Simamora.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *