oleh

23 Peserta Aceh Tamiang Ikut Jambore Daerah Di Hutan Kota Langsa

Aceh Tamiang | IP.net — Wakil Bupati Aceh Tamiang, T.Insyafuddin, ST mengikuti acara Pembukaan Jambore Kwartir Daerah Aceh Tahun 2021 di Kota Langsa, dalam kegiatan tersebut wakil Bupati sekaligus bertindak sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Aceh Tamiang.

“Kegiatan dimulai pada hari Sabtu 25 September 2021), hingga sepekan kedepan dan dipusatkan di Bumi Perkemahan/Ruang Terbuka Hijau Hutan Kota, Pemko Langsa”, kata Kabag Humas Kabupaten Aceh Tamiang, Azwanil Fakhri, SST, M.I.Kom, kepada IP.net, Selasa (28/09/21)

Azwanil Fakhri menjelaskan, ada sebanyak 786 orang yang terdiri peserta, panitia dan kontingen ikut dalam kegiatan itu,

“Sebenarnya peserta Jambore Daerah seluruhnya berjumlah 1600 orang, namun karena Pandemi, situasi dikondisikan sesuai arahan dari Tim Satgas Covid-19 Kota Langsa”, ujarnya.

Ia menyebutkan, pada acara pembukaan Jambore Kwartir Daerah Aceh Tahun 2021 tersebut,
Djufri selaku Ketua Panitia dalam keterangannya menyampaikan para peserta diwajibkan menggunakan aplikasi “Hi-Camp” yang diciptakan dan digunakan sebagai penunjuk arah,

“Namun yang terpenting kegiatan ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan, karena panitia memerintahkan kepada Ketua Kwarcab seluruh Aceh untuk melakukan vaksin pada kontingen serta pemeriksaan dengan hasil negatif Covid-19”. Jelasnya.

Lebih lanjut Ia mengungkapkan, pada acara pembukaan Jambore yang dihadiri oleh Wabup Insyafuddin juga merupakan bagian dari Peringatan Hari Pramuka ke 60,

“Jambore yang digelar diharapkan dapat menjadi bekal dan pembelajaran bagi peserta supaya dapat di implementasikan di daerah masing-masing pada saat kembali nantinya”, imbuhnya.

Menurutnya, Pimpinan Kontingen Aceh Tamiang, Mardiana Sari juga menyebutkan ada sebanyak 23 orang mengikuti Jambore kali ini, dengan rinciannya adalah 7 orang bertindak sebagai ofisial, serta masing-masing 8 peserta putra dan putri,

“Beberapa kegiatan yang akan diikuti oleh para peserta ialah; keterampilan, seperti melempar pisau, memanah dan fotografi; eduwisata; kegiatan beregu, diantaranya pertunjukan seni dan perburuan jejak; serta petualangan”. Ungkap Azwanil Fakhri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *