oleh

Bupati Mursil Apresiasi Kedatangan Mentan Ke Aceh Tamiang Dalam Penanggulangan Wabah PMK

Aceh Tamiang | IP.net — Bupati Aceh Tamiang, Mursil, SH, M.Kn, mengapresiasi kehadiran Menteri Pertanian, Prof. Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH, ke Bumi Muda Sedia. Apresiasi ini diutarakannya saat mendampingi Mentan memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian dan Penanggulangan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Aceh, Kamis (12/5/22), di aula Setdakab setempat.

“Selamat datang Bapak Mentan. Semoga kehadiran Bapak menjadi pemacu semangat bersama dalam pengendalian dan penanggulangan wabah PMK di Aceh Tamiang dan Aceh,” tutur Bupati.

Bupati Mursil kemudian melaporkan keadaan wabah PMK di Aceh Tamiang sesuai data termutakhir yang disusun oleh tim khusus PMK.

“Jumlah total populasi sapi di sini adalah 44.495 ekor. Sementara yang terinfeksi 2.558 ekor, dengan kematian mencapai 13 ekor yang kesemuanya adalah pedet atau sapi anakan,” terang Bupati lagi.

PMK Aceh Terkendali

Sementara itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo, atau sering disebut Pak SYL, dalam arahannya menegaskan tidak ada kepanikan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sapi di Aceh, karena Aceh tidak lagi tanggap darurat, tapi sudah masuk tahap kedua yaitu penyembuhan.

“PMK sudah terkendali di Aceh. Mari kita membangun persepsi publik bahwa PMK ini selesai dapat diatasi dengan suntikan, obat-obatan dan vitamin yang dapat meningkatkan imunitas hewan ternak,” kata Pak SYL saat memipin gelaran Rapat Koordinasi (Rakor) siang tadi.

Mentan SYL menyebut PMK itu seperti Covid-19 nya hewan yang juga ada masa inkubasi 14 hari. Sesudah masa inkubasi berakhir akan sembuh.

“PMK banyak yang kena dan banyak sembuh. Di Jawa Timur dari 1.300-an kasus PMK, hanya 33 ekor sapi yang mati. Itu pun karena kita terlambat intervensi. Padahal setelah disuntik tiga suntikan, diberi obat sembuh. Tadinya merangkak karena panas tubuh naik dan ingusnya sudah hilang,” ulasnya

Mentan SYL menyadari seluruh sapi harus divaksin untuk pencegahan PMK. Ia percaya Aceh dapat mengendalikan dan menanggulangi PMK, karena ada kerja sama provinsi dengan kabupaten dan kolaborasi yang apik bersama seluruh Forkopimda dan seluruh jajaran di bawahnya.

“Yang perlu disosialisasikan PMK ternak tidak menular ke manusia. Sapi yang terpapar PMK dagingnya bisa dan layak dikonsumsi. Kecuali daging di area mulut dan jeroan itu dibakar,” ungkapnya lagi.

“Agenda kedua, atau penyembuhan ini merupakan temprorer pengobatan, maka darurat PMK ini bisa segera dicabut jika seluruh sapi sudah divaksin,” sambung Pak SYL.

Penutupan Pasar Hewan Kebijakan Pemda

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan RI, Nasrullah menambahkan, hari ini telah disalurkan bantuan paket obat-obatan terdiri dari antibiotik, vitamin dan disinfektan untuk sapi yang terjangkit PMK di Aceh Tamiang sembari menunggu pengiriman vaksin.

“Tentang penutupan pasar hewan adalah kebijakan pemda masing-masing, karena dalam pengendalian PMK ini pemda ada di depan,” tambahnya.

Rakor yang membahas tentang pengendalian dan penanggulangan PMK yang menyerang ternak ruminansia siang tadi diikuti lima Bupati, yakni Bupati Aceh Tamiang, Bupati Aceh Timur, Hasballah M. Thaib atau yang kerap disapa Rocky. Sementara Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Aceh Besar mengirimkan perwakilan dari unsur pemerintahan masing-masing, dan Wakil Walikota Langsa, Marzuki Hamid. Keenam daerah ini merupakan daerah yang terpapar wabah PMK di Aceh.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu tiba di Aceh Tamiang pukul 12.30 WIB naik helikopter dan mendarat di Lapangan Stadion Aceh Tamiang. Mentan SYL didampingi sejumlah pejabat Kementan, terdiri dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Ali Jamil, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi, dan Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang.

Turut hadir pula unsur Wakil Bupati, Tengku Insyafuddin, Wakapolda Aceh, Brigjen Pol. Agus Kurniady Sutisna, Forkopimda setempat, Sekda Asra, serta para Kepala UPT Kementan dan sejumlah pejabat teknis peternakan dari masing – masing daerah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *